Author: elzha

Amanat Pembina Upacara Camp Pesona Kebhinnekaan

Selamat Pagi, Assalamuai??i??alaikum wr. Wb, Salam Sejah tera, Om Swastiastu, Namo Budaye, Rahayu. Merdeka! Puji syukur kehadirat Tuhan YME atas berkah dan rahmat-Nya sehingga kita, warga gedhang atas peserta kegiatan Mewarnai Indonesia seri Camp Pesona Kebhinnekaan telah melalui rangkaian demi rangkaian acara. Sukarno pernah berkata, ai???Jika engkau ingin menghancurkan peradaban suatu bangsa, maka pisahkan pemudanya …

#MedsosAgaweRukun libatkan 30 juta netizen untuk Berbudaya Positif di Dunia Maya

Penyebaran konten negatif di dunia maya kian hari kian meresahkan berbagai pihak. Baru-baru ini telah ditemukan 30 siswa sudah dibaiat oelh jaringan radikalisme di salah satu SMA Yogyakarta (dilansir oleh detik.com). Terorisme adalah isu global yang harus dihadapi dan dilawan secara nyata. Berbagai langkah dan metode dimunculkan oleh pemangku kebijakan untuk menyelamatkan generasi bangsa agar …

AYD Ke-7 : Pesona Kebhinnekaan Yogyakarta

Yogyakarta sebagai salah satu daerah toleran di Indonesia terpilih jadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Youth Day (AYD) ke-7 yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Semarang. Bertema ai???Coming Together as Multicultural Asiaai??? yang diselenggarakan pada 2-6 Agustus 2017 ini diikuti sekitar 2.000 orang muda katholik dari 22 negara di Asia berkumpul bersama di Jogja Expo Center (JEC). …

Run Think Raket, Metafora Persatuan Orang Jawa Pinus Pengger Daerah Istimewa Yogyakarta

Wisata, dengan dukungan maraknya platform media sosial untuk membantu orang berkabar, telah menjadi bagian dari gaya hidup. Dua fenomena ini menjadi jalur strategis bagi pengelola Wanawisata Budaya Mataram Pengger untuk menggaungkan persatuan melalui spot foto.

Founding Father Indonesia itu Bhinneka, Bermacam-macam unsur

ai???Indonesia untuk Indonesia, bukan Kristen untuk Indonesia, bukan golongan Islam untuk Indonesia, bukan Hadikoesoemo untuk Indonesia, tapi Semua buat Semua.ai??? Soekarno. Hadikusumo yang selalu disebut-sebut oleh Sukarno dalam pidatonya: “Kita tidak sedang mendirikan Negara Islam Tuan Hadikusumo.” Bisa dibayangkan, suasana saat itu pasti membuat kerut dahi seluruh peserta sidang BPUPKI.