Latest Posts Under: Opini

Agama Jangan dijadikan kambing hitam untuk permusuhan

respect

Saat ini, berbagai isu tengah datang bergelombang, berusaha memecah belah kesatuan NKRI. Baik isu politik maupun isu Agama. Nah, isu yang terakhir inilah yang membuat banyak kalangan prihatin dan mengelus dada. Beberapa pihak yang mengatasnamakan agama, menjadikannya alat untuk melegalkan berbagai tuntutan dan cara dalam bertindak. Hal ini tentu saja memecah belah persatuan dan sangat …

Pengakuan Trump terhadap Yerusalem adalah Pengkhianatan Perdamaian

Pengakuan Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebuah bentuk penghianatan terhadap perdamaian. Timur Tengah kembali tegang dan dunia pun bergejolak. Penolakan terhadap AS dan Israel muncul tak hanya di Palestina. Indonesia pun angkat bicara. Warga Nahdlatul Ulama (NU) salah satunya. Pengakuan Trump terhadap Yerusalem adalah pengkhianatan perdamaian? Iya, seperti kau yang menghianati janji …

Belajar Toleransi Melalui Keteladanan Rasulullah SAW

pluralisme dan toleransi

Pluralisme, kemajemukan, keanekaragaman apapun istilahnya sudah menjadi ciri bangsa Indonesia. Maka penerimaan atas kebhinekaan ini menjadi hal yang wajib bagi bangsa Indonesia yang sudah meletakkan Pancasila sebagai Dasar Negara. Beberapa saat ini usaha-usaha untuk “menggeser” Pancasila dan mementahkan kembali apa yang sudah dibangun selama ini oleh para pendahulu dan pendiri bangsa datang bergelombang dan bertubi-tubi. …

AYD Ke-7 : Pesona Kebhinnekaan Yogyakarta

Yogyakarta sebagai salah satu daerah toleran di Indonesia terpilih jadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Youth Day (AYD) ke-7 yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Semarang. Bertema ai???Coming Together as Multicultural Asiaai??? yang diselenggarakan pada 2-6 Agustus 2017 ini diikuti sekitar 2.000 orang muda katholik dari 22 negara di Asia berkumpul bersama di Jogja Expo Center (JEC). …

Founding Father Indonesia itu Bhinneka, Bermacam-macam unsur

ai???Indonesia untuk Indonesia, bukan Kristen untuk Indonesia, bukan golongan Islam untuk Indonesia, bukan Hadikoesoemo untuk Indonesia, tapi Semua buat Semua.ai??? Soekarno. Hadikusumo yang selalu disebut-sebut oleh Sukarno dalam pidatonya: “Kita tidak sedang mendirikan Negara Islam Tuan Hadikusumo.” Bisa dibayangkan, suasana saat itu pasti membuat kerut dahi seluruh peserta sidang BPUPKI.