Cybercrime dan Cara Melaporkan Kepada Pihak Berwajib

Sudah sering mendengar tentang cybercrime? Nah sudah tahu belum sebenarnya cybercrime itu apa dan bagaimana cara kita melaporkan apabila terjadi cybercrime ke pihak berwajib?
Menurut beberapa referensi cybercrime adalah kejahatan yang memanfaatkan teknologi internet, dengan kata lain tindakan kriminal ini dilakukan dengan menggunakan komputer sebagai alat kejahatan utama. Ada beberapa kejadian sederhana yang sebenarnya termasuk cybercrime tetapi kita tidak sadar bahwa itu cybercrime. Kejadian seperti tiba-tiba seseorang menelepon bahwa kita mendapatkan hadiah undian dari sebuah produk misalnya dan meminta pembayaran uang muka padahal kita tidak pernah memakai produk tersebut, ini masuk ke dalam kategori cybercrime. Contoh lainnya adalah apabila kita membeli barang secara online tetapi setelah melakukan transfer kepada penjual malah penjualnya menghilang, tindakan tersebut juga tergolong cybercrime.
Nah bagaimana sebenarnya tinjauan hukum apabila terjadi cybercrime ini? Sebenarnya negara kita sudah mulai mengatur mengenai cybercrime sejak tahun 2000 tetapi belum disahkan, sehingga apabila terjadi cybercrime para penyidik melakukan analogi dengan pasal-pasal yang ada di KUHP. Apabila terjadi penipuan maka penyidik menggunakan pasal 378 KUHP tentang penipuan, seperti penipuan melalui website yang seolah-olah menjual barang tetapi setelah korban transfer uang ke website tersebut barangnya tidak ada. Kemudian penyidik juga bisa menganalogikan menggunakan UU ITE tahun 2008 tentang penyampaian informasi, komunikasi, transaksi, dalam hal pembuktian serta terkait dengan teknologi.
Nah sebagian masyarakat kita belum sepenuhnya tahu bagaimana cara melaporkan apabila terjadi cybercrime kepada pihak berwajib. Berikut ada beberapa cara untuk melaporkan cybercrime ke pihak berwajib agar pelaku cybercrime segera tertangkap dan tidak ada lagi korban cybercrime di luar sana.
1. Apabila terjadi cybercrime, yang pertama kita lakukan adalah mendatangi polda terdekat, kemudian isi berkas-berkas yang diperlukan untuk pelaopran, tidak lupa bawa juga bukti pembayaran atau slip seandainya kasusnya adalah ditipu oleh penjual online, kemudian dilanjutkan wawancara dengan polisi untuk membuat BAP. Nah ketika diwawancara oleh pak polisi sebaiknya kita menceritakan yang sebenarnya terjadi. Setelah wawancara kan diberi hasil berupa ketikan dan diminta menandatangani ketikan tersebut.
2. Lalu kita ke bagian cybercrime polda, isi berkas-berkas lagi, diwawancara lagi dan berikan bukti yang berupa slip pembayaran kepada penjual online yang sudah kita bawa.
3. Setelah mendapatkan jawaban dari polisi bahwa laporan akan diproses, maka tidak lupa kita berikan juga nomor handphone pelaku untuk memudahkan polisi melacak keberadaan pelaku.
4. Nomor rekening milik pelaku dapat dibekukan apabila masih ada uangnya.
5. Pulang dan berdoa semoga pelaku segera ditangkap oleh pihak berwajib.
Ada sedikit catatan agar proses pelaporan segera ditindak lanjuti oleh polisi yaitu bahwa saat kejadian harus ada saksi minimal 2 orang yang bisa dipanggil oleh kepolisian sewaktu-waktu untuk dimintai keterangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *