Damai dari Tangan Anak Muda

SIAPA KITA? ANAK MUDA!
SIAPA KITA? ANAK MUDA INDONESIA!
MAJU… JALAN! MARI BERSAMA CEGAHAi??TERORISME!
Kira-kira begitu yel-yel yang menggaung sepanjang hari di Ball Room Hotel Alana, Yogyakarta pada 19 Juli 2016 . Yel-yel itu diteriakkan oleh sekumpulan orang yang disebut Duta Damai Dunia Maya. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak 60 anak muda untuk bekerja sama mencegah aksi terorisme di Indonesia dengan strategi Kontra Propaganda. Anak-anak muda terpilih ini akan digodog hingga 21 Juli 2016 untuk membuat website, meme, dan tulisan positif.

cerdas b

Lebih dari 9.800 website berkonten radikal per 2014 tumbuh bak jamur dimusim penghujan. Ribuan website itu menyasar pengguna internet yang notabene adalah generasi usia 19-35 tahun, penyendiri, dan pemahaman agamanya kurang. BNPT telah memformulasikan cara untuk menangani aksi teror. Salah satunya, memblokir situs-situs berbau propaganda dan radikalisme. Namun pekerjaan itu nihil. BNPT mengubah strategi dengan merangkul anak muda untuk menyeimbangkan pemahaman masyarakat tentang bahaya radikalisme dan propaganda melalui website berkonten positif.

Anak muda adalah target

Kita harus segera sadar bahwa aksi teror saat ini berbasis HI-TECH. Teroris tak lagi malu-malu atau pun ragu untuk merekrut jamaahnya secara terang-terangan. Berbicara soal perkembangan website pasti bicara soal penggunaan internet. Pengguna internet terbanyak di Indonesia adalah anak muda. Anak muda secara psikis mengalami krisis jatidiri, labil, dan masih lemah tentang konsep agama. Kondisi ini menjadikan anak muda sebagai sasaran empuk mereka.

Jalan mulus bernama ai???internetai??? digunakan para teroris untuk menyajikan konsep jihad yang salah kaparah kepada anak muda. Mereka mempermudah perekrutan melalui media sosial. Internet hampir tak terbatas dan tanpa kontrol. Para teroris dengan leluasa secara masif menyebarkan konten-konten radikalisme dan propaganda.

Keberhasilan penyebaran konten radikal dan propaganda ini tidak memerlukan aksi yang melelahkan. Cukup dengan satukali ai???KLIKai??? fasilitas like dan share pada media sosial. Bayangkan hanya dari satu jari tangan pengguna internet.

Anak muda cerdas di dunia maya

Anak muda sebagai generasi penerus bangsa adalah tumpuan masa depan. Harapan dan tantangan mengawal pertumbuhan mereka. Prestasi anak muda tentu hal yang didambakan. Namun apa jadinya jika sebagian dari mereka lebih banyak yang menjadi korban radikalisme dan propaganda. Kehancuran bangsa di depan mata.
Kita tidak boleh berkecil hati. Indonesia adalah gudang anak muda berprestasi. Pelatihan duta dunia maya yang dilakukan oleh BNPT saat ini, di Yogyakarta khususnya hanya menjaring 60 orang. Bukan berarti anak muda yang belum tergabung dalam pelatihan ini tidak layak menjadi duta damai di dunia maya. 60 orang yang sedang mengikuti pelatihan hanya sebagai pion atau pemantik untuk menyebarkan virus kepada masyarakat agar cerdas di dunia maya.

cerdas

So, Kamu juga bisa jadi duta dunia maya untuk keluarga, teman, dan orang terdekat di akun media sosialmu. Ingat tanganmu adalah pengubah segalanya. Kamu harus menjadi anak muda yang cerdas di dunia maya. 7 tips ini bisa kamu terapkan menjadi cerdas di dunia maya:

1. Back to Pancasila.
Selama ini isu teroris selalu mengatasnamakan Islam untuk menebar kebencian. Ingat, Indonesia adalah negara multikultural dan multiagama. Indonesia bukan negara Islam. Konsep pancasila adalah konsep pemersatu untuk saling menghormati. Sesungguhnya Islam adalah ajaran cinta kasih, saling menghormati, dan terbuka.

2. Bergurulah.
Hanya membaca, ilmumu belum tentu guna. Konfirmasi dan klarifikasi pada guru bisa membantumu memahami sebuah ilmu. Datangilah guru yang mengajarkan tentang perdamaian, toleransi, dan anti kekerasan.

3. Jangan mudah percaya dengan berbagai konten di dunia maya.

4. Periksa kredibilitas sumber informasi.

5. Teliti kebenaran kontennya, bandingkan dengan sumber lainnya

6. Jika masih ragu, konsultasikan pada orang terdekat dan bisa dipercaya.

7. Tanganmu adalah filter.
Satu klik bagaikan keping mata uang. Ia dapat bermanfaat dan juga membawa kesesatan. Baca dan resapi jika bermanfaat ambillah nilainya untuk diri sendiri. Langkah berikutnya sebarkan! Tapi ingat, kita adalah negara multikultural dan multiagama. Sebarkan jika memang bermanfaat untuk khalayak. Jika tidak, cukuplah berhenti di kamu!

Anak muda, tanganmu penentu kedamaian dan kehancuran hanya dengan ai???1 kali klik.ai??? Jadilah anak muda yang cerdas di dunia maya, untukmu dan orang-orang terkasihmu. 60 orang ikut pelatihan duta damai dunia maya hanya akan menjadi branding yang tidak berguna jika kamu tidak megambil manfaat dan membantu perjuangan mereka. Salam damai dari Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *