Founding Father Indonesia itu Bhinneka, Bermacam-macam unsur

ai???Indonesia untuk Indonesia, bukan Kristen untuk Indonesia, bukan golongan Islam untuk Indonesia, bukan Hadikoesoemo untuk Indonesia, tapi Semua buat Semua.ai??? Soekarno.

Hadikusumo yang selalu disebut-sebut oleh Sukarno dalam pidatonya: “Kita tidak sedang mendirikan Negara Islam Tuan Hadikusumo.” Bisa dibayangkan, suasana saat itu pasti membuat kerut dahi seluruh peserta sidang BPUPKI.

Founding Father Indonesia itu Bhinneka, Ai??bermacam-macam unsur. Hal itu jelas dan tercermin dari Peserta Sidang BPUPKI wakil dari tiap golongan. Datang dari Jogja, Radjiman Wedyodiningrat, Ki Hajar Dewantara, Ki Bagoes Hadikoesoema, Abdoel Kahar Moezakir, BPH. Poeroebojo, BPH. Bintoro, Ny. RSS Soenarjo Mangoenpoespito menjabat anggota BPUPKI.

Dari 60 anggota BPUPKI, 4 diantaranya etnis Tionghoa, yaitu Oei Tjong Hauw, Oei Tiang Tjoei, (Anak juragan gula di Semarang yang tanahnya kini jadi UNDIP),Ai??Liem Koen Hian, dan Mr. Tan Eng Hoa. Frits Dahler, salah satu anggota BPUPKI keturunan Indo yg ikut merumuskan dasar negara.

Ahmad Rasyid Baswedan (Kakek Anis Baswedan), anggota BPUPKI mewakili warga keturunan Arab. Ki Bagoes Hadikoesoema, perwakilan Yogyakarta adalah ketua Umum PP Muhammadiyah ke-5. KHA. Wachid Hasjim (ayah dari Gusdur) anggota BPUPKI adalah ketua Madjelis Islam A’laa Indonesia. Abdoel Kahar Moezakir, salah satu founding father dari Yogyakarta, yg menjadi Rektor UII ke-1 8 Juli 1945-1960 sebelum Indonesia merdeka.

Indonesia Merdeka tidak datang jika bangsa Indonesia tidak berani mengambil resiko. (Sukarno). Kemerdekaan hanya didapat dan dimiliki oleh bangsa, yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad “Merdeka, Merdeka atau Mati.ai???

Tahukah kalian, Soepomo menolak jika Indonesia akan menjadi negara Islam dgn meniru Mesir, Irak, Iran, Saudi. “Jika Indonesia jadi negara Islam, bagaimana dgn minderheden (minoritas)?” -Soepomo- .

“Indonesia hendaknya negara negara persatuan nasional yg memisahkan urusan negara dan urusan islam. Negara Islam berbeda dgn negara yg berdasar atas cita-cita luhur dari agama Islam,” Hatta.

“Kebangsaan tidak berdasarkan keturunan, tapi menurut tempat dimana dia berada. Saya seorang Islam, maka saya nasionalis Indonesia,” pekik AR. Baswedan.

Rapat BPUPKI mengusung tiga tema sentral, yaitu dasar negara, wilayah negara, dan siapa yg disebut warganegara. Pancasila pertama disebutkan di rapat BPUPKI 1 Juni 1945 oleh Soekarno. Itu sebabnya 1 Juni jadi Hari Lahirnya Pancasila.

Panca Dharma? Bukan. Dharma berarti kewajiban, kita membicarakan dasar! Sila artinya asas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi.-Soekarno.

Pancasila terdiri dari lima sila. Jika diperas jadi 3 sila yaitu: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, dan ke-Tuhan-an. 3 sila diperas, jadi 1, yaitu: gotong royong. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Pancasila adalah Gotong Royong. Gotong Royong adalah faham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan.

Menurut Soekarno,Ai??Kekeluargaan adalah statis, tapi gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan: satu karyo, satu gawe! Satu Karyo, Satu Gawe! Gotong Royong adalah pembanting tulang bersama pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan bersama. Itulah gotong royong!

Prinsip gotong royong di antara yang kaya dan yang tidak kaya, antara Islam dan yang Kristen, antara yang bukan Indonesia tulen dengan peranakan yg menjadi bangsa Indonesia. Jangan mengira bahwa dengan berdirinya Negara Indonesia Merdeka perjuangan kita telah berakhir. Tidak. Di dalam Indonesia Merdeka, perjuangan kita harus berjalan terus, hanya lain sifatnya, lain coraknya. Kita berjuang terus menyelenggarakan apa yang kita cita-citakan di dalam Pancasila. (Soekarno).

 

Sumber: Risalah Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melik, asal Yogyakarta, redaksi Kedaulatan Rakyat 1946-1948.

Narasi diintisarikan oleh Pipit Damayanti dan digubah oleh Elizhabet Elzha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *