HKSN sebagai refleksi untuk perdamaian di Indonesia

persatuan

Hari kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) merupakan perwujudan semangat bangsa Indonesia atas nilai-nilai kebersamaan, kerukunan, toleransi dan kemanusiaan yang selama ini dijunjung tinggi oleh seluruh masyarakat.

Tidak sekedar diperingati setiap tanggal 20 desember saja, tetapi diharapkan mampu mengingatkan kembali bangsa ini akan perdamaian dan kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pendahulu dan pendiri Indonesia. Mereka sudah memberikan contoh dan teladan yang harus kita lestarikan.

“Para pejuang dan pendahulu kita telah memberikan teladan yang sangat baik tentang kesetiakawanan sosial. Maka kini tugas kita melanjutkan perjuangan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas kesetiakawanan sosial dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun,” ujar Menteri Sosial Khofifah Indah ParawansaAi??dalam peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2017 (http://www.netralnews.com).

Momen HKSN ini sudah semestinya dijadikan ajang refleksi setiap putra bangsa untuk tetap bertekad menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, yang kita tahu saat ini sedang carut marut dengan munculnya orang-orang ataupun kelompok radikal mengatasnamakan agama yang ingin menggeser Pancasila.

HKSN & persatuan Indonesia

Bagaimana seluruh rakyat dapat mencapai hidup sejahtera dan damai, apabila dalam hidup keseharian masih saja direcoki dengan perasaan bermusuhan ?

Rasa kemanusiaan seharusnya tidak memandang suku, ras dan agama. Siapapun orangnya adalah sama di mata Tuhan. Bukankah Dia sendiri tidak pernah membeda bedakan semua makhluk ciptaanNya ?

Setiap hari mentari bersinar menerangi jagad ini. Setiap hari udara memenuhi setiap rongga paru-paru setiap orang. Setiap hari air mengalir menjaga tanaman dan hidup kita. Apakah Tuhan memberikannya dengan pilih-pilih ? Apakah Dia memberikannya hanya pada orang yang dianggap baik, dengan warna kulit tertentu dan agama tertentu ?

Tidak! Dia yang berkuasa atas seluruh alam semesta selalu menjaga kita semua dengan berkah yang selalu dilimpahkanNya setiap hari, setiap menit, setiap detik hidup kita. Pun juga dengan bangsa Indonesia. Manusia sendirilah yang selalu merusak semua keseimbangan ini.

Refleksi ini yang seharusnya selalu dilakukaan setiap orang yang nota bene makhluk cipaanNya dan mengaku ber Tuhan. Apalagi menjelang perayaan Natal yang kalau kita sedikit menengok masa lalu ada beberapa kejadian yang sungguh melukai serta merobek persatuan dan kesatuan bangsa.

HKSN tahun ini dapat kita jadikan awal pijakan lagi untuk kembali menumbuhkan semangat kebersamaan dan persatuan bangsa Indonesia untuk saling bahu-membahu mewujudkan sebuah peradaban Indonesia yang damai, penuh cinta dan kesejahteraan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *