KECERDASAN ORANG MUDA BEKAL MELAWAN RADIKALISME DAN TERORISME

generasi muda cerdas

Pemerintah mencanangkan pendidikan 9 tahun, artinya rata-rata orang Indonesia paling tidak berpendidikan SLTP/sederajat.

Usaha mencerdaskan bangsa, salah satunya memang melalui pendidikan, baik formal maupun non formal. Orang berpendidikan diandaikan mampu berpikir dan bertindak dengan cerdas. Bukan hanya semata kecerdasan ratio, tetapi juga kecerdasan emosi, atau manusia yang cerdas seutuhnya.

Orang yang cerdas akan mampu menganalisa masalah secara rational maupun emosional. Karena yang dipandang rational belum tentu tepat dilaksanakan, mungkinkah masih harus membutuhkan waktu untuk menginplementasikan.

Banyak Kisah atau cerita anak muda yang berhasil direkrut oleh kelompok radikal, sehingga sanggup melaksanakan dan menjalankan tugas dengan mempertaruhkan hidupnya, bahkan itu pasti akan mati.

Fenomena ini memberi gambaran, bagaimana secara rational sungguh pesat, tetapi perkembangan emosi justru dihentikan, sampai ada istilah cuci otak. Orang muda yang cerdas pasti akan mempertimbangkan faktor rational, emosi, sosial, dampak masa depanAi??Ai??Ai?? dan seterusnya.

Bagaimana mungkin seorang yang cerdas akan sanggup mengorbankan diri dan keluarganya secara konyol, karena menyengsarakan banyak orang, termasuk keluarga yang harus menjadi tanggung jawabnya.

Dari sebab itu pendidikan karakter mesti sejalan sejak anak lahir, di menit pertama kehidupannya! Dari sinilah mulai ditanamkan kecerdasan emosi dan sosial, sebagai landasan keutamaan kecerdasan ratio! Sebagai makhluk sosial, seluruh potensi diri mesti harus bermanfaat bagi sesamanya. Dengan kata lain, di balik kecerdasan dalam bidang apapun mempunyai nilai bagi kesejahteraan bersama.

generasi muda cerdas

Pendidikan religius perlu mendapatkan tempat dalam pendidikan anak muda. Dengan sengaja kami tidak menggunakan istilah pendidikan agama. Pada hakekatnya manusia makhluk religius, karena kesadarannya sebagai makhluk ciptaan Sang Khalik.

Kesadaran sebagai makhluk religius meyakinkan seseorang bahwa masih ada kehidupan sesudah hidup ini! Bahwa hidup masa kini sebagai langkah awal kehidupan yang lebih abadi.

Justru keabadian ini yang kadang dibelokkan untuk mencekoki anak muda. Dengan janji manis, bahwa kalau sanggup melakukukan sesuatu nanti di Alam sana akan dijemput puluhan bidadari, dengan kenikmatan yang luar biasa!

Di sinilah diperlukan seseorang lebih-lebih anak muda agar mampu bersikap cerdas dalam menerima masukan dari siapapun. Barang siapa yang cerdas secara rational, emosional dan religius, tidak mungkin anak muda akan terjerumus ke perilaku teror yang sangat meresahkan ini.

Menjadi tugas utama para insan pendidikan, termasuk orang tua dan masyarakat, untuk menanamkan ketiga masalah ini. Sehingga pada saatnya anak muda harus tampil di tengah medan kehidupan ini siap tampil sebagai manusia yang cerdas.

Selamat belajar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *