Merefleksi kembali 90 Tahun Sumpah Pemuda “Apa yang bisa kita lakukan?”

Beberapa hari menjelang sumpah pemuda mungkin akan menjadi hal yang berat bagi anak muda Indonesia. Bukan karena banyak musibah terjadi saat ini, tetapi lebih pada iklim dunia maya yang sudah tidak menentu. Suhu perpolitikan yang kian memanas, membuat hilang akal para penyelam dunia maya. Bayangkan saja ribuan suku yang ada di Indonesia, dalam dunia maya hanya ada dua yaitu; suku Cebong dan suku Kampret.

Suku Cebong dinisbatkan untuk para pendukung Jokowi, sedangkan suku Kampret dinisbatkan untuk para pendukung Prabowo. Menurut cerita yang berkembang asal usul kedua suku ini sangat unik terbentuknya. Konon, suku Cebong muncul untuk sebutan pendukung Jokowi yang suka memelihara kodok di kolam istana Bogor. Dan suku Kampret, konon dulunya adalah tikus-tikus yang bermetamorfosa karena sudah tidak bisa lagi mencari makan hingga akhirnya jadi “Kampret”.  

Kebayang nggak sih kalau hari-hari pemuda zaman sekarang hanya disibukkan oleh hal-hal yang unfaedah seperti, adu domba, tebar fitnah, tebar sara, tebar hoax, saling hina, caci maki dan lain-lain. Bisa jadi ramalan 2030 Indonesia bubar akan menjadi kenyataan.. waww…

Eittss… tapi kita tidak boleh berpatokan pada novel fiksi..

Masih ada harapan untuk mengembalikan musim semi yang damai dalam dunia maya kita. Eaaa,,,

Mulai dari hal sederhana dan kecil, kita bisa mulai dengan merefleksi kembali semangat juang sumpah pemuda pada 90 tahun silam. Sepertihalnya ketika sedang turun hujan kemudian kita mengingat-ingat kembali kenangan indah bersama mantan  yang cintanya telah pudar. Uwuwuwu… jangan melow yak..

Kenangan tetaplah jadi kenangan, tetapi selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari setiap kejadian yang telah berlalu. Hal kecil yang dilalui bersama mantan saja bisa kita kenang dan ambil hikmahnya, apalagi suatu kejadian besar seperti sumpah pemuda.

Bukan tanpa alasan kita harus mengawalinya dengan cara berefleksi. Terkadaang kita seringkali lupa akan sejarah, atau jangankan sejarah, hal-hal kecil dalam hidup saja kadang kita banyak yang lupa. Maka merefleksikan kejadian-kejadian lampau adalah hal terbaik yang bisa kita mulai.

Sebagai generasi milenial banyak PR yang mesti kita selesaikan. Seperti kata teman kuliah saya  “PR kita tidak selesai karena sulit atau terlalu banyak, tetapi karena belum dikerjakan” . Pasti kita tidak mau kan banyak banget PR dalam hidup kita, apalagi kita sebagai generasi akhir zaman menanggung beban PR dari masa lampau yang belum dikerjakan. Nahhh….

Sebagai Duta Damai (eaakkss..) kami akan bantu teman-teman milineal untuk sadar dari keterpurukan kenangan-kenangan kelam dan kegiatan-kegiatan unfaedah yang membuat bangsa kita nggak maju-maju. Waww…

Ada beberapa aksi yang bisa teman-teman milenial lakukan daripada gabut untuk mengisi kembali semangat sumpah pemuda di zaman Now.

Pertama

Jangan begadang di malam hari.

Kenapa yang pertama itu jangan begadang, karena karena kata Bang Roma (Pemuda zaman Old) “Begadang boleh-boleh saja,… kalau ada artinya”. Pagi hari adalah awal kita memulai segala aktifitas, dan semua itu hanya mimpi semata jika malemnya kita begadang kemudian tepar dipagi hari.

Kedua

Awali pagi dengan menebar pesan damai.

Jadi jika kamu anak zaman Now yang suka bikin status abis bangun tidur, buatlah status-status yang adem dan penuh manfaat ya gaes. Misalnya “Perdamaian dunia maya tidak akan terwujud jika kita terus-menerus sebar berita Hoax dan nggak mau kroscek”. Uwuwuwuuu… damainya hati ini liatnya…

Ketiga

Ikuti kegiatan-kegiatan positif yang bisa kamu lakukan.

Kita sebagai generasi milineal punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal positif, karena belum punya hal-hal yang menyibukkan kecuali stalking mantan dan gebetan. Aduh…

Bisa dengan belajar, ikuti kegiatan sosial, berorganisasi, berkumpul dengan teman-teman yang punya semangat berjuang untuk membangun masa depan. eakss

Jadi ikutilah setiap kesempatan kegiatan-kegiatan positif yang ada, seperti kegiatan Duta Damai Jogja pada tanggal 28 Oktober nanti untuk memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda. Pasti seru deh, jangan sampai dilewatkan

Kami tunggu kehadiranmu disana yang my gaes

Salam Damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *