Muda Mudi Wiselink Jalin Kerukunan dengan berkesenian

Wiselink

ai???Masih jamankah Pemuda tawuran dan bakar-bakaran? Mending Berkesenian,ai??? kurang lebih begitu ungkap salah satu Pemuda Wiselink saat ditemui pada Gebyar Muda Mudi, Jatimulyo Baru, Kricak, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Banyak hal menarik yang bisa kita teladani dari kata-kata pemuda itu. Ia bersama teman-temannya tinggal dan besar di sebuah perumahan kota. Merasa sangat was-was dan merasa perlu untuk mengasah bakat dan kopetensi diri sebelum keluar kampung. Ia dan teman-temannya sadar bahwa hidup sesungguhnya ada di luar kampung mereka hal ini diungkap Lenta salah satu panitia acara.

Ada hal yang lebih dalam dari sebuah perkembangan jaman. Sejarah kampung membuat para pemuda Jatimulyo baru selalu mengadakan kegiatan positif lebih-lebih dalam bentuk berkesenian seperti ini. Menurut Jaka, salah satu Pemuda Wiselink berbagi sejarah kampung mereka melalui kolom komentar di Pojok.dutadamai.id. Menurtnya, Wiselink merupakan akronim dari Winongo Setengah Keliling, nama ini diambil dari Ai??kondisi geografis Perumahan Jatimulyo Baru yang terletak di setengah putaran Sungai Winongo. Wiselink juga berarti Wis Wling atau sudah ingat. Akronim ke dua ini memiliki sejarah bahwa Wiselink digunakan untuk mengingat-ingat kejadian terbenamnya kampung mereka pada tahun 1984.Ai?? Saat itu ketika warga telah merasakan aman dan nyaman tinggal bersama secara tiba-tiba banjir datang menerjang dan memporak porandakan lingkungan Jatimulyo Baru.

Aliran Sungai Winongo merupakan salah satu sungai besar yang mengalir di tengah Kota Yogyakarta selain Code, dan Gajah Wong. Arusnya memang besar pun lebar. Jika curah hujan tinggi warga pinggiran sungai was-was sepanjang hari. Siap-siap air masuk dan tidak bisa tidur di dalam rumah mereka. Siapa gerangan yang membantu mereka jika hal seperti itu terjadi? Sampai saat ini beberapa warga yang masih bermukim di bantaran Sungai Winongo selalu siaga bersama warga kampung sebelah. Mereka bahu-membahu dan selalu memberikan info terkini jika curah hujan tinggi melalui media sosial. Kebiasaan yang berulang itu ternyata ditanggapi positif dan membuat Warga Wiselink dan warga bantaran Sungai Winongo lainnya lebih memahami kondisi mereka bersama. ai???Kepedulian dan kebersamaan warga antar kampung sebelah luar biasa dan menyadarkan kami arti pentingnya silaturahmi. Jika warga tidak selalu ingat tentang peran serta tetangga kampung niscaya kita akan merasa eksklusif dan pongah,ai??? tulis Jaka.

Masihkah ragu kita sebagai Pemuda yang lahir dan besar di Indonesia untuk tidak menjalin silaturahmi dengan tetangga? Sudah menjadi rahasia umum bahwa Yogyakarta terkenal dengan prularisme, multycultur, multy etnic, dan Yogyakarta bisa dikatakan sebagai miniatur Indonesia. Pun Warga Wiselink, segala bentuk perbedaan ada di sana. Namun dengan kondisi geografis mereka yang rawan banjir justru membuat mereka untuk tetap rukun dan saling peduli.

Yogyakarta sebagai gudangnya seniman dan cendekia tak mengherankan jika warganya selalu berhatinyaman. Susah, senang, mereka tetap berkesenian.Ai?? Didi Nini Thowok, Sang Maestro Tari sekaligus Warga Wiselink berkeyakinan bahwa berkesenian itu wajib dilakukan. ai???Seni adalah identitas Bangsa Indonesia yang harus dipelihara dan kita tidak boleh lupa dengan sejarah. Maka dengan adanya kegiatan seperti ini harapannya bisa dilakukan secara reguler,ai??? ungkapnya saat ditemui di belakang panggung oleh kontributor Tim Pojok.

Menurutnya, berkesenian tidak melulu harus jadi pelaku. Sebagai penonto/penikmat seni juga bisa dibilang berkesenian. Terpenting, generasi muda wajib tahu tentang seni dan budaya yang tumbuh di daerah mereka tinggal. Mencintai dan mengenal adalah wujud kecintaan terhadap bangsa. Bagi mereka yang telah dewasa, menyaksikan pertunjukan kesenian secara tidak langsung merasa diingatkan.

Betapa elegannya berkesenian, Pemuda. Ada kerja sama untuk saling bekerja sama untuk saling mengingatkan dan peduli dengan cara suka cita. Masih perlukan kita Pemuda berkelahi, menonjolkan perbedaan, berselisih paham, dan berlaku anarkis? Tidak indahkah Indonesia kita jika berkesenian menjadi alternatif komunikasi efektif untuk saling mengingatkan?

Wiselink

Didi Nini Thowok menerima penghargaan sebagai Tokoh Budaya dari pemerintah Kecamatan Tegal Rejo, disampaikan oleh Aghata Sri Wulandari Lurah Kricak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *