Pendidikan Karakter sebagai sarana mencegah doktrin terorisme dan radikalisme

pendidikan karakter

Aksi Terorisme akhir-akhir ini di Indonesia semakin menambah keprihatinan kita semua, terlebih aksi teror ini kebanyakan pelakunya adalah anak muda. Kita dapat melihat dalam berita terbaru tentang bom bunuh diri di medan.

Hal ini tentu menjadi PR besar untuk kita semua, terlebih orangtua yang masih memiliki anak usia remaja.Kita tahu bahwa anak-anak remaja ini masih labil dan dalam rangka mencari jati diri. Bagaimana kita mengawal perkembangan mereka hingga tidak salah melangkah sangatlah diperlukan.

Tentu saja kerjasama semua elemen bangsa diperlukan untuk membentuk generasi muda tangguh dan positif. Salah satunya yang keberadannya sangat penting dalam rangka pendidikan karakter adalah Lembaga Pendidikan.
Pendidikan karakter adalah salah satu cara yang dapat kita dilakukan terhadap generasi muda untuk mencegah doktrin terorisme dan radikalisme merasuki mereka.

Pendidikan karakter secara formal sulit untuk dikembangkan di kurikulum sekolah. Tetapi pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam setiap kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler. Hal ini dituntut kerjasama yang instensif antara guru dan orangtua, karena dalam kenyataannya pembentukan karakter tidak bisa dibentuk hanya dengan mengandalkan sekolah saja.

Menurut Andi Intang Dulung Kasubdit Kewaspadaan BNPT, lembaga pendidikan formal memiliki peran penting dalam mencegah terorisme dan radikalisme selain dari keluarga dan lingkungan sosial. Menurut Andi lagi bahwa diluar keluarga, lembaga pendidikan formal atau sekolah menjadi fondasi awal yang akhirnya akan membentuk perilaku dan kepribadian peserta didik. “Maka diperlukan kerjasama semua pihak untuk mengantisipasi menyusupnya paham terorisme dan radikalisme ke dalam lembaga pendidikan” tambah Andi.

Lalu, mulai kapan pendidikan karakter harus diterapkan ?
Anak muda adalah asset terbesar bangsa ini untuk masa depan. Banyak harapan yag disematkan di pundak mereka. Tetapi kepribadian positif yang jauh dari paham radikal dan terorisme tidak bisa didapatkan dan dibentuk secara instan.

Indonesia mempunyai nilai-nilai budaya yang luhur yang harus diwariskan dan ditanamkan pada setiap warga negara. Cinta tanah air, gotong royong, toleransi, saling mengasihi dan demokratis adalah nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang harus lestari dan diwariskan dari generasi ke generasi. Supaya dapat mengakar kuat, maka harus ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini.

karakter

Di sekolah, materi setiap pelajaran harus mengajarkan nilai luhur bangsa tersebut meskipun tersirat Ai??Dengan pendidikan karakter yang sudah kita berikan sejak dini dengan kerjasama semua pihak, maka kita dapat membentengi anak-anak kita dari doktrin Radikalisme dan terorisme.

Dan akhirnya kita boleh berharap dengan optimis suatu ketika akan terwujud peradaban kasih di Negara Indonesia tercinta ini. Dimana setiap orang dapat mengaktualisasikan diri dengan merdeka namun bertanggungjawab dalam suasana kebersamaan, kekeluargaan dan damai sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *