Pengakuan Trump terhadap Yerusalem adalah Pengkhianatan Perdamaian

Pengakuan Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebuah bentuk penghianatan terhadap perdamaian. Timur Tengah kembali tegang dan dunia pun bergejolak. Penolakan terhadap AS dan Israel muncul tak hanya di Palestina.

Indonesia pun angkat bicara. Warga Nahdlatul Ulama (NU) salah satunya. Pengakuan Trump terhadap Yerusalem adalah pengkhianatan perdamaian? Iya, seperti kau yang menghianati janji kita secara sepihak.

Seperti perebutan hak asuh, padahal Ibunya sudah jelas dan sah di mata hukum. Yerusalem bukanlah ibu kota Israel melainkan Palestina yang telah kita akui kedaulatannya. Tampaknya Trump amnesia.

Berdiri #DamaiUntukPalestina, PBNU desak PBB untuk sahkan Palestina jadi anggota dan mengakui kedaulatannya sebagai negara merdeka. Sekjen PBNU, A. Helmy Faishal Zaini, “konflik yang terjadi di Masjid Al-Aqsha sesungguhnya merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan.”

Dalam tragedi itu hak ibadah yang sesungguhnya merupakan hal dasar setiap manusia, dikekang dan diintervensi. Seperti kita tahu, Yerusalem adalah kota suci 4 agama. Harusnya Yerussalem jadi kota tua sebagai pusat toleransi dunia. Tapi mengapa justru jadi pusat konflik?

Jika pusat ibadah saja tak ada ketentraman, lalu di manakah letak prinsip, hak, dan sekaligus rasa kemanusiaan?

Indonesia dikenal sebagai negeri Muslim yang demokratis dengan ciri Islam moderat. Tak heran jika gelombang penentangan terhadap Trump pun tinggi. Bahkan Jokowi pun menyatkan penolakannya.

Islam moderat? Prinsip tasamuh atau toleransi ada dalam pandangan Islam Nusantara yang tetap relevan untuk menjaga perdamaian dunia. Konsep yang terkandung di dalamnya tidak pernah memberi ruang pada ekstrimisme, kaum intoleran dan paham radikal.

Islam Nusantara adalah Islam yang lahir dan bergumul serta berakar pada budaya Nusantara, dari perspektif Nusantara sendiri. Bukan perspektif Barat atau Arab yang selama ini selalu bias dalam memahami kenusantaraan.

Kajian Islam Nusantara merupakan kajian terhadap tata nilai Islam yang ada di nusantara yang telah tumbuh dan berkembang selama berabad-abad oleh para wali dan ulama Nusantara. (KH. Said Aqil Siroj, Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara, 2015)

Nilai dasar ajaran Islam (Weltanschauung Islam) memiliki tiga inti, yaitu persamaan, keadilan dan demokrasi, tulis Gus Dur. Ketiganya diejawantahkan dalam sikap keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan.

Itulah kenapa ada agenda prioritas dimana Gus Dur mengajak untuk menciptakan kesadaran masyarakat tentang apa yang harus dilakukan umat Islam dalam bangsa Indonesia majmuk ini.

Nasionalisme umat Islam di Indonesia harus beriringan, menjalin dan menjaga hubungan dengan setiap unsur bangsa. Bukan malah mengaktualisasikan spirit Islam guna mengagendakan pertumpahan darah seperti yang kini dialami oleh sebagian negara-negara Timur Tengah. (Pribumisasi Islam, 2001)

NU yang hadir dalam gerakan Islam Nusantara sebagai peneguh dari keislaman yang merahmati bagi semesta, memiliki segudang nilai-nilai sebagai landasan dalam menegakkan humanisme. Persoalan kemanusiaan yang terjadi, tak terkecuali bagi muslim ataupun non-Muslim, juga merupakan persoalan umat Islam. #DamaiUntukPalestina

Konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina bukan hanya konflik antara Islam dan Yahudi, melainkan antara penguasa Israel dengan bangsa Palestina.Namun hal ini bukan berarti membenarkan tindakan tentara Israel yang menyerang bangsa Palestina.

ai???Bila konflik yang terjadi antara Israel dan palestina tidak ada penyelesaian maka ancamannya adalah hancurnya peradabanai???. (KH Yahya Cholil Staquf). Indonesia perlu mengekspor Islam Nusantara dengan partisipasi aktif sebagai penyeru perdamaian, toleransi, dan keadilan di ranah regional dan internasional. Indonesia harus lebih aktif terlibat dalam penyelesaian isu kemanusiaan. Seperti yang saat ini terjadi di Yerusalem, Palestina.

 

Sumber:

Khasanah Islam Nusantara Untuk Perdamaian Palestina Dan Dunia


http://www.bbc.com/indonesia/majalah-42261448

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *