Pengamalan Sederhana Pancasila di HUT RI ke 71

Dirgahayu Indonesia yang ke 71 tahun

Dirgahayu Indonesia yang ke 71 tahun

Indonesia baru saja berulang tahun yang ke 71, usia yang sudah tidak muda lagi bagi sebuah negara merdeka. Perayaan kemerdekaan yang ke 71 ini dirayakan di berbagai wilayah di Indonesia dengan meriah, salah satunya di Yogyakarta. Upacara AKRS (Apel Kehormatan dan Renungan Suci) dilakukan pada tanggal 16-17 Agustus 2016, diadakan oleh Pemda DIY bekerjasama dengan korem 072/pamungkas. Upacara ini dilaksanakan di kawasan TMP Kusumanegara dan bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perang menuju kemerdekaan. Pada tanggal 17 agustus 2016 pukul 00.03 wib dibacakan apel kehormatan dan renungan suci oleh inspektur upacara bapak Fajar Setiawan S.IP (Danrem 072/PMK). Upacara detik-detik proklamasi diadakan di balaikota yogyakarta dan istana kepresidenan Yogyakarta pada pukul 10.00 yang bertujuan untuk mengenang detik-detik menuju kemerdekaan NKRI.

Garuda Pancasila

Garuda Pancasila

Apabila TNI dan polri mengadakan peringatan 17an dengan upacara, lain halnya dengan warga yang mengadakan berbagai macam perlombaan dan karnaval untuk menyambut hari kemerdekaan NKRI. Karnaval tersebut diselenggarakan dari wilayah RT hingga yang diselenggarakan oleh pemerintah. karnaval 17an diselenggarakan besar-besaran di jantung kota Yogya yaitu malioboro. Karnaval akan menayangkan keberagaman yang ada di wilayah Yogyakarta. Di dalam karnaval ini warga diajak untuk mempererat tali persaudaraan dengan warga lain yang berbeda suku, ras dan agama. Karnaval yang dibalut dengan kebudayaan dan kearifan lokal mengingatkan kita mengenai sila ketiga pancasila yang berbunyi persatuan Indonesia.
Lalu saat TNI atau polri beserta aparat penegak hukum lainnya bersatu padu untuk upacara detik-detik proklamasi, warga juga bersatu padu untuk mengikuti berbagai macam lomba yang diselenggarakan oleh panitia setempat. Lomba-lomba yang diadakan memilki berbagai manfaat bagi warga. Sebagai contoh lomba tarik tambang, di dalam lomba ini peserta harus bersatu dengan kelompok masing-masing untuk menarik tambang. Apabila salah satu pihak tidak kompak dan bersatu maka pihak tersebut akan kalah dalam menarik tambang meskipun ada salah satu peserta yang dibilang kuat. Sama halnya seperti negara kita, apabila hanya salah satu pihak yang kuat tetapi tidak ada kekompakan dan kerjasama maka negara kita tidak akan kuat. Berbagai lomba-lomba lainnya yang mempersatukan warga untuk saling mengenal, bersosialisasi dan bekerjasama juga banyak diadakan. Dalam mengikuti berbagai perlombaan ini sebenarnya warga juga diajak untuk menjunjung tinggi sportifitas dan sikap tenggang rasa.
Upacara, karnaval dan berbagai lomba yang diselenggarakan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia tidak pernah membedakan suku, ras dan agama. Oleh karena itu sebenarnya kegiatan-kegiatan tersebut sesuai dengan pancasila yang merupakan ideologi bangsa Indonesia. Indonesia yang sudah memasuki usia ke 71, harus bisa menjadi Indonesia yang mengayomi seluruh warganya berpedoman dari Pancasila. Ketika Pancasila mampu lahir dari para pendiri bangsa yang berbeda suku, ras ataupun agama, kita sebagai warga negara yang baik harus memberi contoh pengamalan pancasila mulai dari hal kecil seperti kekompakan dalam karnaval, sehingga mempertegas pancasila sebagai falsafah negara. Saat pancasila semakin banyak diamalkan oleh warga negara maka terorisme dan radikalisme tidak akan berani masuk menggerogoti negara ini dengan berbagai propagandanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *