Sekilas tentang Pengisi Acara di Festival Mewarnai Indonesia

Pemuda, Budaya, dan Teknologi untuk mewarnai Indonesia menjadi tonggak panitia untuk menghadirkan pengisi acara. Para pelaku kreatif pun kami seleksi untuk bisa memeriahkan Festival Mewarnai Indonesia.

Berasal dari komunitas, perorangan, artis lokal hingga nasional panitia hadirkan untuk masyarakat Jogja. Mereka adalah kreator konten di bidangnya. Usia yang masih muda dan produktif digunakan sebagai ajang untuk berkarya.

Semoga perjumpaan Masyarkat Jogja dengan para pengisi acara akan timbul resonansi positif untuk menyebarkan virus damai di Jogja dan meluas untuk Indonesia. Siapa sajakah pengisi acara Festival Mewarnai Indonesia?

Kikan Namara

Siapa yang tak kenal Kikan Namara? Penyanyi yang melejit dengan Lagu Bendera. Atas kecintaan pada bangsa ini membuatnya selalu percaya bahwa ai???’selalu ada sesuatuAi?? yang bisa kita lakukan untuk Indonesia,sekecil atau sebesar apa pun itu.ai??? Hal ini lah yang mendasari Kikan untuk menjadi Duta Damai Dunia Maya BNPT.

Dan baginya, menjadi Duta Damai adalah satu hal yang sangat positif.Ai?? ai???Karena kita sebagai generasi muda yang notabene adalah ujung tombak bangsa ini,harus menyadari kekuatan kita sebagai agent of peace. Menyebarkan benih-benih perdamaian di masyarakat adalah tugas kita bersama-sama.ai???

Bagi sahabat damai yang rindu dan ingin menyapa Kikan secara langsung, jangan sampai ketinggalan untuk merapat di Breksi, 29 Oktober 2017. Hanya dengan datang dan mengikuti rangkaian acara Festival Mewarnai Indonesia.

Tak hanya bernyanyi, Kikan juga akan berorasi sebagai Duta Damai Dunia Maya dan satu lagi kejutan di penghujung acara bersama Sendratari Negarakertaraya.

Potensi-potensi lokal pun akan memeriahkan Festival Mewarnai Indoneisa. Mereka juga akan berbagi pengalaman kepada sahabat damai tentang pemanfaatan teknolgi untuk berkarya, diantaranya:

Felix

Sebagian dari kita mungkin tidak kenal siapa Felix, namun jika sahabat damai suka mendengarkan lagu cover di Youtube mungkin nama Felix pernah mampir di telinga. Lelaki kelahiran 1990 ini telah meniti dunia tarik suara dari nol. Akibat usaha nasi goreng yang bangkrut 7 tahun lalu memaksa Felix untuk turun ke jalan dan ngamen di wilayah Babarsari, Jogja selama 2 tahun.

Prestasinya di dunia tarik suara sudah ia buktikan di panggung the voice Indonesia. Waktu itu, Ai??Judika saja mengakui kalau suaranya unik, pun Agnes Mo memujinya dengan suara yang empuk. Namun, Felix tak bertahan di sana.

Ia pun kembali ke Jogja untuk tetap berkarir di dunia tarik suara. Sebagai seorang musisi muda yang memanfaatkan media sosial untuk hal positif, yaitu untuk memperkenalkan karya. Maka panitia memilihnya untuk hadir di Festival Mewarnai Indonesia. Bagaimana sesungguhnya penampilan Felix? Buktikan di Panggung Festival mewarnai Indonesia Minggu, 29 Oktober 2017 jam 15.00-16.00 WIB.

Rama and Friends

Selain Kikan dan Felix, hadir juga Rama. Ia pemain saxophone sejak 2013. Minatnya terhadap Saxophone justru tumbuh dari temannya bermusiknya yag seorang Saxophone player. ai???Menurut saya, suara saxophone itu sexy,ai??? aku pemilik nama lengkap Gabriel Ramanda. Lelaki kelahiran Yogyakarta, 16 Desember 2000 ini masih tercatat sebagai Pelajar SMA kelas 2 di SMA Pangudiluhur.

Pacem in Terriai??i??s Ai??Choir

Sekumpulan anak muda yang kebanyakan adalah teman gereja dan mencintai dunia tarik suara. Adalah Pacem in Terriai??i??s Choir sebuah kelompok penyanyi goup yang berkembang di Jogja. Berbagai panggung sudah pernah mereka jajaki. Berbgai lagu sudah mereka bawakan untuk menyebarluaskan perdamaian.

Menurut Indah, koordinator group mengatakan bahwa ai???Pacem in Terriai??i??s Choir berarti damai di bumi. Kami suka banget nyanyi atau cover lagu choir yang berbau perdamaian seperti contohnya lagu Make us One.ai???

Anterdans, Icipili Mitirimin, dan Swastika

Siapa yang tak kenal dengan Anterdans, group tari yang dimotori oleh Anter-penari berbakat dari Jogja. Berbagai panggung pertunjukan di Jogja bahkan dunia sudah ia jajaki. Baru-baru ini, Anterdans juga ikut meramaikan Panggung Matam Culture Festival dan Festival Candi.

Tarian kontemporer yang ia ciptakan pun berhasil memukau mata penonton dan lensa kamera para fotografer. Selalu membawakan kritik dan mengingatkan siapa pun untuk selalu menggenggam jati diri sebagai Bangsa Indonesia.

Bersama Swastika, kelompok musik yang telah berlangganan mengisi Festival Gunung Kelud ini juga akan hadir di Panggung Festival Mewarnai Indonesia berkolaborasi dengan Anterdans dan Kikan dalam judul Nagarakertaraya.

Tak hanya itu, Kikan pun akan berkolaborasi dengan group bocah Icipili Mitirimin di Festival Mewarnai Indonesia. Sebuah group gerak dan lagu yang mengangkat fitrah anak-anak yang harus tumbuh dan bahagia.Ai??Apakah itu, datang dan saksikan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *