Selamat Datang Duta Damai Dunia Maya Semarang

Semalam saya tiba di Crowne Plaza Hotel. Seperti biasa jika pergi ke luar kota untuk beberapa lama saya selalu membawa ransel kesangan. Tepat pukul 22.00 saya tiba.

Crowne Plaza gak ada gunung, Kak. Ini petanya salah,” ucapku pada lelaki di seberang.
“Kamu memang tidak di suruh mendaki Ai??gunung atau ke Gedong Songo, Zha!” sahutnya.
“Lantas?”Ai??
“Besok kamu bicara 5 jam di depan calon @dutadamai.id Regional Semarang,” perintahnya.
“Baiklah, siapkan pepaya 1 buah. Saya tuntaskan tugas. Selamat malam.”Ai??Telepon ku matikan.

Ya, saya diundang oleh Pusat Media Damai untukAi??ngocehAi??tentang perjalanan Duta Damai Dunia Maya 2016 regional Yogyakarta. Sesungguhnya tidak 5 jam. Saya hanya bicara 2 jam dan berkolaborasi dengan Ngarjito, dari redaksi Ayog Damai.

Sesuai dengan pesanan, saya menyampaiakan segala sesuatu tentang duta damai dunia maya. Kegiatan-kegiatan yang telah kami lakukan dan akan kami lakukan, memaparkan susah senangnya menjadi Duta damai dunia maya, strategi pendekatan terhadap masyaratakat saat menyebarkan isu radikalisme dan terorisme, serta mitra-mitra strategis kami selama ini.

Saya sangat senang sekali dipertemukan dengan duta damai dunia maya 2017 di Semarang ini. Mereka kritis-kritis, pertanyaannya berbobot semua. Dua jam serasa kurang untuk bersama mereka dengan membahas masa lalu dan masa depan tentang keluarga ini.

Pertanyaan yang formatif mengawali diskusi kami setelah saya selesai memaparkan materi. “Berapa banyak duta damai dunia maya 2016? Mengapa dari 5 redaksi menjadi 3 redaksi?” tanya salah satu peserta.

Setiap perkumpulan dan perjalanan pasti akan dibenturkan dengan seleksi alam. Dua dari redaksi yang ada di Yogyakarta saat itu tidak mampu melalui gejolak kelompok. Mereka tidak bisa berkoordinasi ke dalam. Komunikasi tidak terbangun. Maka mereka runtuh digerus waktu. Dan sisa-sisa keruntuhan itu jadilah duta damai Regional Yogyakarta saat ini.

Kami mengakui, banyak kekurangan dari kami. Tiap redaksi dibentuk untuk tujuan sama, yaitu memerangi kontra propaganda radikalisme dan terorisme. Maka terpikirlah kami untuk melebur namun pelaporannya tetap tiap redaksi.

Selain itu membuat konten dan gerakan kontra propaganda tidak bisa dilakukan sendiri. Berjejaring adalah kuntji! Maka dari itu Tim Duta Damai 2016 Regional Yogyakarta membangun komunikasi dan kerja bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Sleman, Masyarakat Digital Yogyakarta, Komunitas Malamuseum, Komunitas Roemah Toea, Komunitas Kompasianer Jogja, Komunitas Blogger Jogja, dan Kumpulan Emak Blogger. Pihak swasta pun tak tertinggal seperti Qwords Company dan juga PT. KAI khususnya DAOP 6 Yogyakarta.

Mengapa harus memiliki mitra di daerah?Ai??

Menghadapi masyarakat tak semudah menghadapi keluarga. Apalagi legalitas dari pemerintah itu merupakan kekuatan untuk menggandeng lebih banyak dukungan di masyarakat.

Bagaimana cara memviralkan konten damai di dunia maya?

“Orang pandai adalah orang yang bisa memahami dirinya sendiri. Berdamailah dengan dirimu sendiri, sebelum mendamaikan orang lain”Ai??

Sebelum bergerak untuk mendamaikan dunia maya, berdamailah dengan diri sendiri. Lakukan dari orang terdekat sebab meski kita bekerja di dunia maya tapi kita harus sadar bahwa yang kita sasar adalah user/manusia.

Seperti Jokowi bilang, kita harus kerja, kerja, kerja dan revolusi mental. Maka, edukasi terhadap netizen secara offlineAi??tentang isu radikalisme dan terorisme itu jauh lebih penting. Mereka harus sadar bahwa akun pribadi itu sudah menjadi akun publik. Sehingga mereka dengan sadar dan kerelaan memproduksi konten positif.

Bagaimana kerja kolaborasi?Ai??Setiap manusia punya kompetensi spesifik dan berbeda. Maka duta damai dibentuk dari berbagai kompetensi dan latar belakang berbeda. Harapannya satu sama lain dapat saling melengkapi. Tiap redaksi dibentuk bukan untuk sebuah kompetisi tapi untuk kolaborasi dan saling mendukung.

Bagaimana cara menghadapi netizen yang menanggapi hoax dengan komentar-komentar yang justru mempertajam hoax?

Tanggapi dengan tenang dan berikan ulasan yang berimbang. Manusia tidak suka digurui namun dengan membaca dia pasti akan membaca dan berpikir ulang tentang apa yang telah ia kerjakan. Jujurlah dalam menulis.

Satu pertanyaan terakhir yang tidak nyambung dengan konten kontra propaganda terorisme dan radikalisme hari ini: Bagaimana menjadi pribadi yang menyenangkan seperti Mbak Elzha? Mbak Elzha itu unik, jam tangan kayu, syal batik, celana lucu, sepatu lucu.

Hahaha, saya hari ini adalah hasil dari proses selama perjalanan hidup. Jadilah dirimu sendiri, tonjolkan kelebihanmu. Gunakan kelebihanmu untuk menutupi kekuranganmu. Bekerjalah dari hati, jujur, dan ikhlas agar semuanya menyenangkan.

BrandingAi??diri itu perlu, apalagi saat ini kita termasuk dalam kategori public figur.Ai??Ciri khas diri kita adalah magnet untuk menarik perhatian khalayak (netizen). Jika mereka telah tertarik maka ini akan memudahkan kita untuk melakukan pendekatan dan edukasi.

Selamat Datang Duta Damai Dunia Maya BNPT 2017 Regional Semarang. Selamat bergabung bersama Duta Damai Dunia Maya Indonesia. Jangan pernah sungkan untuk selalu komunikasi dengan kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *