Terorisme Punya Kelas Akselerasi, Kita Harus Beraksi

Deputi BNPT dan Muhammadiyah

Deputi BNPT dan Muhammadiyah

Pada tanggal 28 Juli 2016 BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) bersama Muhammadiyah menyelenggarakan dialog bertemakan pencegahan paham radikal terorisme dan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) di sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Acara ini merupakan kelanjutan dari rangkaian acara yang diselenggarakan BNPT untuk mencegah dan menanggulangi terorisme dari akar-akarnya. Peserta acara adalah para siswa Muhammadiyah se-DIY, guru dan mahasiswa di Yogyakarta. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini mulai dibuka oleh pidato sambutan dari Deputi BNPT, Gubernur DIY yang diwakili oleh stafnya dan Sekjen PP Muhammadiyah. Dalam sambutannya bapak Dr.H Abdul Muai??i??ti M.Ed mengatakan bahwa Terorisme adalah extraordinary crime. Hal ini berdasarkan QS Al Maidah ayat 32 yang menyatakan bahwa ai???Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, Maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnyaai???. Islam menekankan perlindungan kepada sesama manusia dan Muhammadiyah menyatakan bahwa ISIS bukan gerakan islam tetapi gerakan yang sarat akan kepentingan politik. Muhammadiyah tidak setuju dengan kelompok-kelompok radikal yang ingin mendirikan kekhalifahan di dalam NKRI karena Muhammadiyah mempercayai bahwa menurut Imam Syafiai??i??i kekhalifahan yang terakhir adalah khulafaur rasyidin. Beliau juga menyatakan bahwa Muhammadiyah kritis terhadap pemberantasan terorisme karena ingin memastikan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah tidak hanya melalui militer saja. Selain itu Muhammadiyah ingin bahwa lagu yang berkumandang adalah dari Sabang-Merauke yang artinya NKRI tetap utuh, tidak dipecah belah oleh teroris.

Tuhan dan firman-Nya tidak dapat dipahami secara matematik, sedangkan cara pandang teroris adalah Tuhan ini dipahami secara matematik. Dengan memandang pemahaman lain tidak ada yang benar, merekapun mengatakan bahwa masuk surga itu matematik. Oleh karena itu BNPT bersama dengan Muhammadiyah menyelenggarakan acara ini dengan tujuan memberikan pencegahan pemahaman-pemahaman yang keliru agar tidak ada generasi muda yang terperosok ke dalam paham radikal.

Mari menilik ke dunia maya mengenai terorisme, kejadian terbunuhnya Santoso di Poso sering diputar balikkan faktanya oleh kelompok teroris. Kelompok teroris menggunakan meme yang mencatut ayat tertentu di dalam Al Quran agar seolah-olah kematian Santoso ini dikatakan syahid. Nah dengan konten propaganda yang sederhana ini sudah cukup berbahaya apabila dibiarkan beredar. Selain itu ISIS melakukan hukuman berupa penggal kepala yang videonya beredar melalui youtube, hal ini adalah teror sekaligus propaganda yang dilakukan oleh ISIS untuk membuktikan eksistensi mereka. Dengan menunjukkan eksistensi mereka, diharapkan bahwa penduduk dunia akan takut kepada ISIS dan akhirnya ISIS bisa memaksakan paham mereka kepada penduduk dunia kemudian membentuk kekhalifahan yang mengatas namakan islam. Melihat sepak terjang ISIS patut kita waspada karena tidak sedikit umat islam yang tergiur dengan janji-janji ISIS. Menurut bapak Yunanto Ph.D ISIS sudah membuat statement bahwa target berikutnya adalah eropa dan benar saja beberapa negara eropa dihantam bom. Dalam kejadian ini terbukti bahwa ISIS menyampaikan ancaman serius bagi dunia.

Pelaku bom bunuh diri yang tewas kebanyakan adalah anak muda, bisa disimpulkan bahwa kini terorisme banyak merekrut anak muda. Anak muda menjadi incaran karena anak muda tertarik dengan sifat-sifat heroisme sehingga jika didoktrin akan menjadi berani melakukan apapun. Kesaksian bahwa perekrutan anggota jaringan terorisme adalah anak muda diperkuat dengan pernyataan Ramli alias Rambo mantan anggota jaringan terorisme yang menyatakan bahwa beliau direkrut sejak usia 19 tahun. Usia yang tergolong sangat muda ini adalah usia dimana pemuda mencari jati diri sehingga mudah dimasuki doktrin terorisme. Dalam usia muda para teroris diberi pelatihan-pelatihan yang bisa dibilang sebagai kelas akselerasi. Mereka dapat dikirim hingga ke negara Afganistan untuk mengikuti pelatihan tersebut. Ramli adalah penembak dan perakit bom terbaik yang merupakan murid dari Ali Fauzi. Melihat kesaksian dari para mantan anggota teroris sungguh menenggangkan, apalagi dengan cerita bahwa senjata yang digunakan merupakan senjata pabrikan yang diseludupkan ke Indonesia. Jadi mereka sudah tidak merakit senjata sendiri tetapi mendapatkan senjata pabrikan yang dibeli di Filipina atau Thailand. Titik balik seorang Ramli adalah ketika ketika melihat banyaknya korban dari aksi terorisme. Menurut Ali Fauzi adik dari almarhum Amrozi untuk belajar merakit bom bahkan bisa diajarkan hanya dalam waktu 3 jam. Kelas untuk menjadi teroris adalah kelas akselerasi oleh karena itu pencegahan terorisme ini harus merata ke seluruh lapisan mayarakat dengan cepat secepat kelas akselerasi.

Terorisme menghancurkan Indonesia dari berbagai segi kehidupan. Kesaksian dari pak Tony Soemarno sebagai korban bom Mariot I pada tahun 2003 sangat menggetarkan hati. Beliau dirawat di rumah sakit Pertamina kurang lebih 9 bulan (koma 6 hari) dan beliau menampilkan foto-foto saat dirawat. Selain itu beliau juga bercerita bahwa salah satu anak buahnya kpingsan dan terlambat mendapatkan pertolongan sehingga menghirup asap bom. Nah asap dari bom ini sangat berbahaya, penyebab anak buah beliau meninggal adalah karena asap bom yang terhirup terlalu lama sehingga menyebabkan kanker paru-paru. Anak buahnya ini kemudian meninggal dunia 8 bulan setelah dirawat di rumah sakit. Korban-korban terorisme adalah mereka yang tidak bersalah, mereka yang tidak tahu apa-apa kemudian menjadi korban dan menghancurkan sekitarnya. Pemulihan kondisi fisik dan psikis korban dari serangan bom oleh teroris ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Tetapi dengan kesaadaran bahwa terorisme ini mengincar siapa saja, maka korban-korban ini bangkit dan memberikan sosialisasi mengenai bahaya terorisme agar masyarakat sadar bahwa bahaya terorisme ini ancaman yang serius. Dengan kesaksian langsung dari pak Tony memperkuat bahwa terorisme mengancam kita semua. Ketika Muhammadiyah sudah berkomitmen untuk bekerjasama dengan BNPT mencegah paham radikal terorisme maka mari kita bantu BNPT untuk melakukan pencegahan terhadap paham radikal terorisme dan ISIS dengan memulainya dari orang-orang terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *