Tradisi Rasulan sebagai sarana kerukunan dan memperteguh persatuan bangsa

rasulan

Tradisi Rasulan di Gunungkidul

Bulan Juli dan Agustus adalah bulan yang penuh berkah bagi masyarakat Kelurahan Wonosari dan Baleharjo Gunungkidul. Masyarakat di dua desa ini menyelenggarakan tradisi bersih Desa atau merti desa, yang masyarakat setempat menyebutnya sebagai Rasulan. Tradisi ini adalah salah satu bentuk kearifan lokal yang ada di kabupaten Gunungkidul.

Tradisi ini sudah ada di Masyarakat Gunungkidul sebagai bentuk syukur kepada Sang Penyelenggara kehidupan atas panen dan rejeki melimpah yang sudah diterima selama satu tahun. Waktu penyelenggaraan acara rasulan ini berbeda-beda di setiap Desa.

Masyarakat Gunungkidul juga memaknai Rasulan sebagai hari raya ketiga selain Idul Fitri dan Idul Adha. Maka ketika acara ini terselenggara, suasana yang ada pun mirip dengan tradisi lebaran. Mereka saling bersilaturahmi dan yang pasti sambal menikmati hidangan special khas Gunungkidul yang sudah dipersiapkan oleh tuan rumah.

Dalam acara rasulan ini juga digelar berbagai atraksi pertunjukan tradisional dengan menampilkan semua sumber daya yang ada. Keberadaan tradisi ini menjadi ajang atau wadah masyarakat Gunungkidul untuk memupuk semangat persaudaraan, kekeluargaan dan kerjasama antar warga.

Pada hari H, setiap dusun membawa makanan dari rumah masing-masing yang berisi nasi gurih lengkap dengan lauk pauknya. Makanan ini ditata rapi untuk didoakan oleh pemuka agama bersama seluruh warga untuk kemudian disantap bersama-sama juga.

Sama seperti penyelenggaraan dari tahun ke tahun, untuk tahun Ini kedua Desa ini juga mengadakan pawai jalanan, dengan menampilkan semua komponen dan potensi masyarakat yang ada di Desa Baleharjo Maupun Wonosari. Mereka bangga dengan kebinekaan yang mereka miliki.

rasulan

foto by kebudayaanindonesia.net

Yang paling istimewa dalam acara rasulan ini adalah, semua masyarakat dari bermacam golongan, pendidikan, social ekonomi, agama seolah melebur menjadi satu. Tanpa sekat, tanpa ego dan idealisme masing-masing. Inilah wujud kearifan lokal yang terbukti mampu menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat.

ai???Pancasila, tetap menjadi pegangan kami dalam hidup bermasyarakatai??? kata seorang warga yang berhasil saya temui. ai???Kami ini majemuk. Kami bermacam warna, selera dan agama. Dan Rasulan inilah yang sepanjang tahun dari dulu sampai sekarang menyatukan kamiai??? imbuh warga yang lain.

Tradisi rasulan adalah bentuk kearifan lokal yang sarat dengan budaya dan nilai-nilai luhur yang selalu dipegang teguh oleh masyarakat dari generasi ke generasi. ai???Melalui tradisi inilah kami ingin menularkan kepada generasi muda, untuk senantiasa bersatu dan peduli kepada sesama, dan salah satu cara untuk menangkal budaya dan pengaruh negatif terutama radikalisme yang dapat menjerumuskan merekaai??? Tandas Kepala Desa Baleharjo saat menyampaikan sambutannya. t;/script>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *